 Bermula dengan penuturan tentang keindahan suasana dini hari di
Pesantren Darul Quran, Kang Abik berhasil mengajak pembacanya untuk
seakan memasuki satu demi satu alur cerita di bagian kedua dari karya
dwilogi Pembangun Jiwa-nya “Ketika cinta Bertasbih” ini. Kehadiran
seorang gadis jelita dengan kekhusyuan ibadahnya di sepertiga malam
terakhir itu, telah memperkuat karakter ia, seorang mahasiswi terbaik di
Al Azhar University, ialah Anna Althafunnisaa.
Seorang putri dari Kiai
Lutfi pemilik pondok pesantren Daarul Qur’an. [download]
|